‎Jaranan Centerewe Tulungagung Resmi Diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda

oleh
Foto: M. Ardian Chandra, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabulaten Tulungagung

Tulungagung, Klik DAERAH – Kabar membanggakan datang dari dunia kesenian di Kabupaten Tulungagung. Kesenian tradisional Jaranan Centerewe yang menjadi ciri khas daerah berjuluk Kota Marmer itu resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Selasa (24/2/2026).

‎Pengakuan tersebut menjadi angin segar bagi pelaku seni dan masyarakat setempat, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.


‎Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, M Ardian Candra, mengungkapkan bahwa pencapaian status Warisan Budaya Tak Benda ini melalui proses panjang dan tidak mudah. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan kesenian tersebut.

‎Menurutnya, pemerintah akan memprioritaskan Jaranan Centerewe untuk tampil dalam berbagai kegiatan resmi pemerintahan maupun event lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya.

‎“Upaya ini dilakukan untuk mempertahankan aset budaya tak benda yang wajib dilestarikan,” ujar KepalanDinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ardian Chandra.


‎Saat ini, lanjut Chandra, kesenian Jaranan Centerewe masih tetap eksis di tengah masyarakat, meskipun penampilannya masih terbatas pada momen-momen tertentu. Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap pengakuan tersebut dapat menjadi momentum untuk mengembangkan potensi pariwisata berbasis budaya di masa depan.

‎Selain itu, capaian ini juga dinilai sebagai bentuk komitmen daerah dalam menjaga warisan budaya agar tidak diklaim oleh pihak lain.


‎Usai keberhasilan Jaranan Centerewe, Pemerintah Kabupaten Tulungagung kini menargetkan kesenian Reog Kendang untuk masuk dalam daftar usulan Warisan Budaya Tak Benda pada tahun ini. Kesenian tersebut dinilai telah memenuhi syarat karena telah berkembang lebih dari 50 tahun dan memiliki nilai budaya yang kuat di masyarakat.

‎Reporter: Agus Dmt
‎Editor     : Edi Susanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.