400 Personel Kepung Karhutla Gunung Wilis, 13 Hotspot Masih Terdeteksi

oleh

Nganjuk, Klik DAERAH – Sebanyak 400 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Wilis, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jumat (18/9/2026).

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Nganjuk, TNI, BPBD, Forkopimda, pemerintah desa, dan relawan tersebut tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga membuat penyekatan atau ilaran untuk mencegah api meluas.

Pengerahan personel diawali apel gabungan di Balai Desa Ngliman sekitar pukul 07.30 WIB. Apel dipimpin Bupati Nganjuk H. Marhaen Djumadi, dan dihadiri Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, serta unsur Forkopimda lainnya.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan, keselamatan personel menjadi prioritas dalam penanganan karhutla. Tim juga terus mengantisipasi pengaruh angin terhadap pergerakan api.

“Yang paling utama adalah keselamatan personel. Kami bersama seluruh unsur terkait melakukan pemadaman dan penyekatan pada jalur-jalur api agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujarnya.

Usai apel, 400 personel dibagi ke empat titik penanganan, yakni Ngangkrok, Nunut, Candi Laras, dan Lungur Cilik. Tim kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dengan membawa perlengkapan pemadaman.

Sementara itu, hasil pemantauan hotspot pada pukul 07.30 WIB menunjukkan terdapat 13 titik panas di kawasan Puncak Gunung Wilis. Sebanyak 11 titik berada di Desa Ngliman, sedangkan dua titik lainnya berada di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Jumlah hotspot di Ngliman menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 27 titik. Meski demikian, kepulan asap masih terlihat di kawasan puncak sehingga petugas tetap meningkatkan kewaspadaan.

Kondisi cuaca di sekitar lokasi tercatat haze, dengan suhu sekitar 22 derajat Celsius dan kelembapan 75 persen. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 6 kilometer per jam dan hembusan sesaat mencapai 15 kilometer per jam.

Kapolres mengimbau masyarakat tidak mendekati kawasan kebakaran maupun jalur pendakian Gunung Wilis.

“Jika melihat api atau kepulan asap yang semakin meluas, segera laporkan kepada petugas dan ikuti arahan resmi dari pihak berwenang,” pungkasnya.

Penanganan karhutla di kawasan Gunung Wilis masih terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat.

Reporter : Dwi Budi P
Editor      : Edi Susanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.