Tulungagung, Klik DAERAH – Perum Bulog Cabang Tulungagung mencatat capaian signifikan dalam penyerapan gabah petani selama musim panen. Hingga saat ini, total serapan gabah kering panen (GKP) di wilayah kerja telah mencapai sekitar 41.000 ton, dengan kontribusi dari Kabupaten Tulungagung sebesar 20.000 ton, Kamis (9/4/2026).
Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyampaikan bahwa jumlah tersebut setara dengan sekitar 10.000 ton beras dan telah melampaui 30 persen dari target pengadaan tahunan.
“Per kemarin, serapan gabah kita sudah mencapai lebih dari 30 persen target tahunan. Khusus Tulungagung sendiri sekitar 20 ribu ton gabah atau setara 10 ribu ton beras,” ujar Yonas.
Ia menjelaskan, momentum panen raya yang berlangsung pada April hingga Mei diproyeksikan mampu mendongkrak capaian hingga 70–80 persen dari target. Bahkan, tidak menutup kemungkinan realisasi akan melampaui target yang ditetapkan.
“Pada masa panen raya April–Mei ini, kami optimistis serapan bisa mencapai 70 sampai 80 persen dari target, bahkan bisa lebih,” tambahnya.
Untuk mendukung penyerapan hasil panen petani, Bulog Tulungagung tidak hanya mengandalkan gudang milik sendiri, tetapi juga menyewa gudang swasta. Saat ini terdapat enam gudang sewaan dengan kapasitas bervariasi, mulai dari 800 ton hingga 4.000 ton.
“Selain gudang induk, kami sudah menyewa enam gudang swasta. Jika nanti masih kurang, kami sudah menyiapkan opsi tambahan gudang yang siap disewa,” jelasnya.
Di Kabupaten Tulungagung sendiri, Bulog memiliki dua kompleks pergudangan utama yang berada di wilayah Munut, Pulosari, dan Mujang. Dari sisi kualitas, Bulog mencatat adanya peningkatan rendemen gabah pada tahun ini. Rata-rata rendemen naik 1 hingga 2 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini rendemen kita sekitar 53 persen, naik dari tahun lalu yang rata-rata 52 persen. Khusus Tulungagung sebelumnya 51,9 persen, jadi ada peningkatan yang cukup baik,” ungkap Yonas.
Stok Aman hingga Dua Tahun
Bulog juga memastikan ketahanan stok pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman. Saat ini total stok setara beras di wilayah kerja mencapai sekitar 45.000 ton, ditambah stok jagung hampir 9.000 ton.
“Ketahanan stok kita hampir dua tahun, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Bahkan, kita siap membantu suplai ke daerah lain untuk pemerataan,” tegasnya.
Untuk kebutuhan konsumsi, Kabupaten Tulungagung membutuhkan sekitar 1.400 ton beras per bulan. Sementara untuk program bantuan pangan, pada Februari dan Maret 2026, Bulog telah menyalurkan sekitar 2.991 ton beras di Tulungagung, dan total 9.000 ton di seluruh wilayah kerja cabang.
“Penyaluran bantuan pangan terus kami lakukan bekerja sama dengan pemerintah desa dan petugas lapangan, agar masyarakat penerima manfaat bisa segera merasakan bantuan,” imbuhnya.
Harga Minyak Stabil, Stok Terjaga
Selain beras, Bulog juga memastikan stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng. Meski terdampak dinamika global, pasokan minyak di Jawa Timur dinilai masih aman dan stabil.
“Stok minyak aman karena suplai dari produsen terus masuk setiap bulan. Jawa Timur masih kategori hijau untuk harga minyak dan sembako,” pungkas Yonas.
Reporter : Agus Dmt
Editor : Edi Susanto
Bulog Tulungagung Serap 20 Ribu Ton Gabah, Capai 30 Persen Target Tahunan







