Tulungagung, Klik DAERAH – Pagi hari di kawasan GOR Lembupeteng Tulungagung tak hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga. Di tengah aktivitas warga, terselip pula pemandangan seorang jurnalis yang menjalankan aktivitas berbeda dari profesinya, yakni, berjualan aneka kerupuk, Sabtu (5/9/2026).
Bambang Cahyono, seorang jurnalis media online klikdaerah.com, mengatakan, usaha yang awalnya hanya dijalankan sebagai pekerjaan sampingan itu kini berkembang cukup menjanjikan. Dalam waktu sekitar satu tahun, omzet penjualan kerupuk yang dijalankannya mampu mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta setiap bulan.
Bukan hanya satu atau dua jenis, beragam kerupuk ditawarkan untuk memenuhi selera konsumen. Sedikitnya ada sekitar 10 jenis kerupuk yang dijual, mulai dari kerupuk plompong, dele, uyel, tengiri, lempet, potato, tahu hingga kerupuk pasir.
Sistem penjualannya pun cukup fleksibel. Kerupuk dijual secara curah dan dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Untuk pembelian eceran, harga dipatok mulai Rp3.300 per ons, sedangkan harga rata-rata untuk kemasan atau pesanan tertentu berada di kisaran Rp32 ribu, tergantung jenis dan permintaan konsumen.
Pemasaran saat ini masih didominasi wilayah Kabupaten Tulungagung. Konsumen di wilayah tersebut dapat memanfaatkan layanan cash on delivery (COD) tanpa dikenakan ongkos kirim. Sementara pelanggan dari luar daerah (perkotaan) dapat melakukan pemesanan dengan ketentuan pengiriman berdasarkan kesepakatan.
“Usaha ini awalnya hanya sampingan. Tetapi ternyata banyak yang cocok dan kemudian menjadi pelanggan,” ucap Bambang Cahyono, menyampaikan gambaran sederhana perjalanan usaha tersebut.
Bambang, menambahkan, dari berjualan di lingkungan GOR Lembupeteng Kabupaten Tulungagung, dari pagi hari melayani pesanan konsumen, usaha kerupuk itu perlahan membentuk jaringan pelanggan sendiri.
Meski perputaran usaha telah mencapai belasan juta rupiah setiap bulan, bisnis tersebut saat ini masih belum masuk dalam kategori UMKM secara formal.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa peluang usaha bisa muncul dari hal-hal sederhana. Di sela kesibukan menjalankan profesi sebagai jurnalis, usaha berjualan kerupuk justru menjadi sumber tambahan penghasilan yang terus dikembangkan.
Konsistensi, keberanian mencoba, serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen menjadi modal penting untuk menjaga usaha tetap berjalan.
“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan aneka kerupuk tersebut, pemesanan dapat dilakukan melalui nomor 0858-5612-3999,” terang Bambang.
Dari berita yang ditulis hingga kerupuk yang dijajakan, semuanya dijalani sebagai bagian dari ikhtiar untuk terus produktif dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Sementara itu, Yuliana, mengatakan, ia membeli kerupuk untuk dikonsumsi bersama keluarganya sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari.
“Keluarga saya menyukai kerupuk ikan teri, karena rasanya enak, gurih, dan harganya terjangkau,” kata Yuliana.
Reporter : Agus Dmt
Editor : Edi Susanto





