Gotong Royong TNI dan Warga, Wujud Nyata Karya Bakti Bangun Fasilitas Air Bersih di Sampang

oleh
Foto: Warga Sampang, Madura saat melaksanakan karya bakti atau membangun sumur bor.

Madura, Klik DAERAH – Semangat gotong royong antara TNI AD dan masyarakat kembali menjadi kekuatan dalam membangun desa. Melalui program Karya Bakti Kodim 0828/Sampang, Korem 084/Bhaskara Jaya, Kodam V/Brawijaya, personel TNI bersama warga bahu-membahu mempercepat pembangunan sejumlah fasilitas penunjang kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sampang, Madura, Senin (24/8/2026).

Salah satu fokus kegiatan tersebut adalah pembangunan dan penyiapan fasilitas tandon air serta tempat wudhu di sejumlah desa dan pondok pesantren. Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kepedulian antara TNI dengan masyarakat.

Tercatat sedikitnya lima lokasi menjadi sasaran kegiatan Karya Bakti yang dilaksanakan pada awal hingga pertengahan Juli 2026.

Di Ponpes Taman Putri, Desa Palenggian, Kecamatan Kedungdung, kegiatan dilaksanakan pada 12 Juli 2026 dengan pekerjaan pembangunan tandon air. Progres pekerjaan telah mencapai 89,85 persen.

Sementara itu, di Ponpes Darul Ulum, Dusun Petapan, Kecamatan Torjun, kegiatan pada 7 Juli 2026 difokuskan pada penyiapan pembangunan tandon dengan capaian progres 91,05 persen.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Ponpes Tahfidz dan Sains Darussalam, Desa Torjun, Kecamatan Torjun, pada 6 Juli 2026. Penyiapan pembangunan tandon di lokasi tersebut telah mencapai 90,98 persen.

Adapun di Desa Rohayu, Kecamatan Kedungdung, personel TNI bersama masyarakat melaksanakan pengecatan tempat wudhu pada 8 Juli 2026. Pekerjaan tersebut mencatat progres 78,97 persen.

Sedangkan di Desa Disanah, Kecamatan Sreseh, kegiatan pada 8 Juli 2026 berupa penyiapan pembangunan tandon. Progres pekerjaan mencapai 91,59 persen.

Secara keseluruhan, rata-rata progres pelaksanaan Karya Bakti di lima lokasi tersebut telah mencapai 88,49 persen.

Program tersebut melibatkan kekuatan personel yang cukup besar. Sebanyak 147 personel TNI, 9 konsultan, serta 65 warga masyarakat terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Selain membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan, kehadiran warga menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas umum dapat menjadi ruang kolaborasi antara aparat dan masyarakat.

Semangat gotong royong yang terbangun juga menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak semata-mata bertumpu pada pemerintah. Ketika TNI dan masyarakat bergerak bersama, pekerjaan dapat dilakukan dengan semangat kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Melalui Karya Bakti ini, Kodim 0828/Sampang bersama Korem 084/Bhaskara Jaya dan Kodam V/Brawijaya turut mendorong tersedianya fasilitas yang dapat menunjang aktivitas masyarakat, khususnya kebutuhan air dan sarana ibadah.

Dengan progres rata-rata yang telah mencapai 88,49 persen, pekerjaan di lima lokasi tersebut terus diarahkan agar dapat segera dituntaskan dan dimanfaatkan masyarakat.

Lebih dari sekadar membangun tandon air maupun memperbaiki tempat wudhu, Karya Bakti ini menghadirkan pesan penting: “gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa dan meningkatkan kemanfaatan fasilitas bagi masyarakat”

Reporter : Agus Dmt
Editor      : Edi Susanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.