KLIK DAERAH – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyiapkan 62 perjalanan kereta api untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah/2026. Selain menambah perjalanan, KAI juga memperkuat mitigasi di sejumlah titik rawan jalur rel guna mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung 11 Maret hingga 1 April 2026.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama dalam masa angkutan Lebaran yang dijadwalkan berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026 atau H-10 sampai H+10.
“Kami lakukan mitigasi di beberapa daerah yang memerlukan pantauan khusus. Kami juga menyiapkan petugas ekstra, mulai dari Petugas Jaga Lintasan (PJL) hingga petugas pemeriksa jalur, untuk memastikan tidak ada kekosongan pengawasan, terutama saat musim penghujan,” ujar Tohari saat memberikan keterangan di Stasiun Kediri, Kamis 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Daop 7 telah memetakan sejumlah Daerah Pantauan Khusus (Dapsus) yang tersebar dari Stasiun Walikukun, Ngawi, hingga Blitar dan Jombang. Titik-titik tersebut menjadi fokus pengawasan karena rawan longsor, genangan air, maupun potensi gangguan di perlintasan sebidang.
Penguatan personel dilakukan dengan menempatkan petugas tambahan di lapangan untuk memastikan jalur tetap aman dilintasi kereta selama periode angkutan Lebaran. Langkah ini disiapkan lebih awal menyusul tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api.
Data sementara menunjukkan tren pemesanan tiket terus bergerak. Hingga 12 Februari 2026, sekitar 47.000 tiket keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun telah terjual. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring mendekatnya masa mudik.
Sementara itu, arus kedatangan diprediksi lebih padat. Jumlah pelanggan yang melakukan reservasi menuju wilayah Daop 7 bahkan telah melampaui angka keberangkatan.
“Untuk kedatangan, sudah ada sekitar 62.000 pelanggan yang melakukan reservasi tiket menuju wilayah Daop 7 Madiun,” tambahnya.
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, Daop 7 menyiapkan kereta tambahan, di antaranya KA Brantas sebagai keberangkatan awal dari Madiun serta KA Gajayana kelas eksekutif yang melintas di wilayah tersebut. Secara total, 62 perjalanan KA akan beroperasi di wilayah Daop 7, termasuk 26 perjalanan yang melayani wilayah Kediri dari arah barat maupun timur.
KAI memastikan tarif tiket tetap mengacu pada skema Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA) sesuai ketentuan pemerintah. Masyarakat diimbau melakukan pemesanan lebih awal agar memperoleh harga ekonomis dan kepastian tempat duduk selama arus mudik Lebaran 2026.(sw)






