KLIK DAERAH – Kelompok Muda NU Indonesia secara resmi mengusulkan Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, sebagai figur ideal untuk mengisi posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada masa khidmah 2026 mendatang. Dukungan ini mengemuka dalam forum diskusi kepemudaan di Jakarta yang menyoroti urgensi kepemimpinan ulama yang mampu menjawab tantangan global dan dinamika pendidikan modern.
Ketua Kelompok Muda NU Indonesia, Asep Awwaludin, menegaskan bahwa sosok Kiai Asep memiliki kapasitas luar biasa dalam melakukan pembaruan metode pengajaran di lingkungan pesantren. Menurutnya, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah tersebut berhasil mengimplementasikan prinsip al-muhafazhah ‘ala al-qadim as-shalih wa al-akhdu bi al-jadid al-ashlah secara nyata.
“Kami melihat KH. Asep Saifuddin Chalim adalah figur yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan kemajuan zaman. Beliau membuktikan bahwa santri tidak hanya jago dalam ilmu agama, tetapi juga kompetitif di sektor pendidikan umum dan profesional,” ujar Asep Awwaludin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (03/02/2026).
Kiprah Kiai Asep di Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) menjadi salah satu poin krusial yang mendasari dukungan ini. Kelompok muda menilai kepemimpinan beliau telah mendorong peningkatan mutu madrasah di tingkat nasional, sehingga institusi pendidikan NU semakin diperhitungkan dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang diasuhnya juga menjadi bukti konkret keberhasilan visi pendidikan Kiai Asep. Banyak santri dari pesantren tersebut yang berhasil menembus perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri dengan program studi yang sangat beragam, mulai dari sains hingga teknologi.
“Beliau telah meruntuhkan sekat antara pendidikan agama dan umum. Visi ini memastikan bahwa lulusan pesantren tidak lagi tertinggal dalam persaingan dunia kerja dan bisa berkontribusi maksimal bagi pembangunan negara,” tambah Asep.
Selain keahlian di bidang pendidikan, Kelompok Muda NU Indonesia turut menyoroti deretan prestasi prestisius yang diraih Kiai Asep dalam setahun terakhir. Pada 2025, Bank Indonesia menganugerahinya penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Pesantren, disusul apresiasi dari KPAI sebagai Tokoh Peduli Anak Bidang Pendidikan dan Kesehatan.
Puncak pengakuan atas kontribusinya terjadi pada 25 Agustus 2025, saat Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya kepada Kiai Asep. Penghargaan ini diberikan atas jasa besar beliau di bidang sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan yang berdampak luas bagi bangsa.
Sebagai langkah konkret untuk mematangkan dukungan ini, Kelompok Muda NU Indonesia berencana melakukan safari silaturahmi ke berbagai Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia. Gerakan ini bertujuan untuk mempertajam gagasan Kiai Asep serta menyerap masukan dari para kiai di daerah terkait masa depan kepemimpinan PBNU.
“Kami ingin memastikan bahwa ide-ide besar beliau dapat terakomodasi dan dipahami oleh seluruh elemen Nahdliyin. Kami berharap proses pemilihan Rais Aam mendatang mengedepankan musyawarah mufakat demi persatuan umat,” tegas Asep Awwaludin.(sw)





