Jakarta, Klik DAERAH — Pemanfaatan layanan kesehatan jantung oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RS Dustira terbilang tinggi. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, rumah sakit tersebut telah melayani 975 pasien cathlab yang seluruhnya merupakan peserta JKN, Rabu (16/9/2026).
Hal tersebut disampaikan Muchlas. Menurutnya, tingginya pemanfaatan layanan jantung menunjukkan pentingnya keberlanjutan program JKN dalam memberikan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, RS Dustira telah melayani 975 pasien cathlab yang semuanya merupakan peserta JKN,” ungkap Muchlas.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus dilakukan secara konsisten. Pelayanan tidak hanya dituntut cepat dan tepat, tetapi juga harus aman, bermutu, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Fitriyah Kusumawasi, mengatakan peningkatan mutu layanan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Program JKN. Menurutnya, peserta harus mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medis dengan tetap mengedepankan aspek mutu dan keselamatan pasien.
“Pelayanan JKN harus terus ditingkatkan, tidak hanya dari sisi akses, tetapi juga kualitas dan pengalaman peserta saat memperoleh pelayanan kesehatan. Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan menjadi penting untuk memastikan pelayanan diberikan secara optimal,” ujar Fitriyah.
Sementara itu, Koordinator BPJS Watch, Timbul Siregar, mengatakan penyakit jantung termasuk salah satu penyakit dengan biaya pelayanan tinggi yang dijamin Program JKN. Karena itu, menurutnya, upaya promotif dan preventif perlu diperkuat untuk menekan risiko penyakit jantung.
“Penyakit jantung perlu menjadi perhatian pemerintah karena salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penyakit tersebut berkaitan dengan gaya hidup. Untuk menekan tingginya angka penyakit tersebut, diperlukan upaya promotif dan preventif, termasuk menerapkan pola hidup sehat,” kata Timbul.
Timbul juga mendorong Program JKN terus meningkatkan efisiensi melalui pendekatan Value-Based Health Care yang berorientasi pada hasil pelayanan kesehatan (outcome).
Menurutnya, upaya menjaga kesehatan masyarakat tidak hanya penting untuk menekan beban pembiayaan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari investasi pembangunan bangsa.
Dengan penguatan layanan promotif dan preventif serta peningkatan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan, Program JKN diharapkan mampu memberikan manfaat kesehatan yang semakin optimal bagi peserta.
Reporter : Agus Dmt
Editor : Edi Susanto





