Kediri, Klik DAERAH – Kepedulian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana terhadap warga kurang mampu kembali diwujudkan melalui bantuan usaha produktif bagi Sholikah (50), warga Jalan Kembang Kuning, Kecamatan Kandat, yang selama ini berjuang menghidupi keluarga sekaligus mengasuh tiga cucunya yang masih kecil, Kamis (4/6/2026).
Bersama sang suami, Putut Sri Harmisworo (56), Sholikah menjalani kehidupan sederhana dengan mengandalkan usaha jasa penggilingan bumbu, kopi, dan kelapa. Dari usaha kecil tersebut, penghasilannya tak menentu dan saat ramai hanya mampu menghasilkan sekitar Rp20 ribu per hari.
Untuk menambah pemasukan keluarga, Sholikah juga sesekali menerima pesanan sambal pecel dan madumongso. Sementara itu, Putut bekerja sebagai buruh tani untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Di tengah keterbatasan ekonomi, pasangan ini harus mengasuh tiga cucu mereka, yakni Arvino (7) serta adik kembarnya, Arcelio dan Arsenio, yang masih berusia 2 tahun 5 bulan. Ketiganya menjadi sumber semangat bagi Sholikah dan Putut untuk terus bertahan menjalani kehidupan.
Perjuangan keluarga tersebut menarik perhatian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito. Pada 7 Mei 2026 lalu, Mas Dhito berkunjung langsung ke kediaman Sholikah untuk melihat kondisi keluarga tersebut sekaligus mendengarkan kebutuhan yang mereka hadapi.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) menyalurkan bantuan usaha pada 2 Juni 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kopusmik Kabupaten Kediri, Santoso, menjelaskan bantuan yang diberikan berupa rombong kontainer lengkap dengan peralatan pendukung dan bahan usaha yang dapat langsung dimanfaatkan untuk membuka usaha penjualan minuman.
Selain itu, bantuan juga mencakup bahan baku berupa kacang tanah dan beras ketan sebagai dukungan untuk mengembangkan usaha sambal pecel dan madumongso yang selama ini dijalankan Sholikah.
“Bantuan dari Mas Bupati ini diharapkan memberi harapan baru bagi keluarga Ibu Sholikah dalam menggerakkan dan menopang ekonomi keluarga secara kontinyu dan berkelanjutan,” ujar Santoso.
Sholikah mengaku sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, usaha jasa penggilingan bumbu yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga semakin sepi sehingga kondisi ekonomi semakin berat.
Ia mengenang masa ketika anaknya, ibu dari Arvino, Arcelio, dan Arsenio, masih hidup dan turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Namun setelah sang anak meninggal dunia akibat sakit, tanggung jawab mengasuh ketiga cucu sepenuhnya berada di pundaknya bersama sang suami.
Karena itu, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kediri dinilai menjadi peluang baru untuk meningkatkan pendapatan keluarga tanpa harus meninggalkan cucu-cucunya yang masih membutuhkan perhatian.
“Rencananya jualan di depan rumah, jadi bisa sambil mengasuh cucu,” ungkap Sholikah.
Ia berharap usaha yang akan dijalankan dapat berkembang dan memberikan penghasilan yang lebih baik bagi keluarganya. Di sisi lain, Dinas Kopusmik Kabupaten Kediri juga menyatakan siap memberikan pendampingan agar usaha yang dirintis tersebut dapat berjalan dan berkembang secara berkelanjutan.
Melalui bantuan usaha produktif ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap keluarga Sholikah dapat semakin mandiri secara ekonomi sekaligus memiliki peluang usaha yang mampu menopang kebutuhan hidup dan masa depan ketiga cucunya.
Reporter : SW
Editor : EEdi Susanto
Mas Dhito Beri Harapan Baru untuk Nenek Sholikah, Bantu Usaha demi Menopang Tiga Cucu





