Kediri, Klik DAERAH – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta seluruh kepala dinas dan camat se-Kabupaten Kediri memperkuat sinergi dalam mengawal program strategis dan prioritas daerah. Setiap program diminta tidak sekadar berjalan, tetapi harus terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Joyoboyo, Kompleks Kantor Pemkab Kediri, Senin (5/10/2026).
Mas Dhito menegaskan seluruh jajaran Pemkab Kediri harus memiliki visi yang sama dalam menyukseskan program prioritas daerah sekaligus mendukung Program Strategis Nasional (PSN).
“Meskipun program prioritas pemerintah pusat, tapi tetap yang mendapatkan manfaat adalah masyarakat kita,” tegasnya.
Sejumlah sektor menjadi perhatian dalam rapat tersebut, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemiskinan dan sosial, infrastruktur, ketahanan pangan, pengendalian inflasi hingga mitigasi bencana.
Pendidikan dan Kompetensi Guru Jadi Sorotan
Di sektor pendidikan, Mas Dhito meminta komitmen peningkatan kualitas pendidikan terus dijaga. Evaluasi harus dilakukan untuk memastikan standar nasional pendidikan terpenuhi dan capaian rapor pendidikan terus meningkat. Peningkatan kompetensi guru juga menjadi perhatian khusus.
“Terkait kompetensi guru, saya minta ditingkatkan,” katanya.
Ia juga mendorong berbagai inovasi pendidikan diformalkan melalui kebijakan atau regulasi. Langkah tersebut dinilai penting agar pemerintah memiliki roadmap yang jelas dalam menyelesaikan persoalan akses dan kualitas pendidikan secara sistematis dan terukur.
Stunting Turun, Data Harus Valid
Di bidang kesehatan, Mas Dhito menyebut cakupan Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Kediri pada September 2026 telah mencapai 97,88 persen.
Sementara itu, prevalensi stunting berdasarkan hasil bulan timbang menunjukkan tren penurunan. Dari 8,04 persen pada Desember 2025, turun menjadi 7,67 persen pada Februari 2026, dan kembali turun menjadi 7,47 persen pada Agustus 2026.
Meski menunjukkan tren positif, Mas Dhito meminta jajaran terkait memastikan angka tersebut benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan. Menurutnya, akurasi data menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan dan intervensi pemerintah.
Camat Diminta Cek Data Desil
Persoalan data juga menjadi sorotan dalam penanganan kemiskinan dan bidang sosial, khususnya terkait desil atau peringkat kesejahteraan masyarakat dalam DTSEN.
Mas Dhito menyebut masih ada keluhan masyarakat terkait data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi kesejahteraan sebenarnya. Karena itu, camat diminta turun melakukan pengecekan dan memastikan data di wilayahnya sesuai kondisi riil.
“Masalah desil ini tolong diselesaikan. Kepada camat saya minta tolong dicek, berapa data desil yang tidak tepat di kecamatannya. Berapa angka riil stunting, bukan prosentasenya,” tegasnya.
KDKMP Harus Diperkuat
Dalam rapat tersebut, Mas Dhito juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ia meminta KDKMP tidak berjalan sendiri, tetapi mampu bersinergi dengan kekuatan ekonomi yang sudah ada di desa, seperti BUMDes dan UMKM.
Pendampingan dan pembinaan dinilai penting agar KDKMP benar-benar mampu beroperasi secara optimal serta memperkuat perekonomian masyarakat desa. Selain itu, berbagai proyek strategis dan prioritas daerah di bidang infrastruktur, ketahanan pangan, pengendalian inflasi, serta mitigasi bencana juga menjadi bagian dari pembahasan.
Mas Dhito menekankan, seluruh program tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaannya tepat sasaran, terukur, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri.
Reporter : SW
Editor : Edi Susanto





