Nganjuk, Klik DAERAH – Ratusan warga Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mengikuti kegiatan Ngontel Bareng Bersarung dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menyemarakkan syiar budaya santri.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Desa (Pemdes) Klurahan tersebut mengambil titik start dan finis di Kantor Desa Klurahan. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dengan mengenakan sarung dan busana khas santri.
Camat Ngronggot, Mohammad Makrup, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara.
Menurut Makrup, Hari Santri Nasional merupakan momentum bersejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat. Karena itu, peringatan tersebut perlu terus dijaga, dipertahankan, dan dirayakan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan kaum santri.
“Kami sampaikan terima kasih atas partisipasinya, atas kehadirannya dan juga atas kerja samanya sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik, sungguh meriah,” ujar Makrup.
Ia menambahkan, peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengingat kembali sejarah serta memperkuat semangat kebersamaan.
“Perlu kami sampaikan bahwa Hari Santri merupakan suatu hari yang sangat bersejarah dan perlu kita perjuangkan, kita pertahankan serta kita meriahkan,” imbuhnya.
Makrup juga menilai kegiatan Ngontel Bareng Bersarung memiliki makna lebih dari sekadar olahraga dan hiburan. Penggunaan sarung sebagai identitas khas santri menjadi salah satu cara untuk mengenalkan sekaligus menyebarluaskan nilai-nilai dan budaya santri di tengah masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut dinilai mampu menjadi wadah untuk mempererat persatuan dan kerukunan masyarakat di tengah keberagaman.
Ia turut menyoroti filosofi bersepeda yang membutuhkan keseimbangan. Menurutnya, filosofi tersebut dapat dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan, baik ketika berpikir maupun bersikap.
“Kemudian secara filosofi lagi, naik sepeda adalah perlu keseimbangan. Sehingga harus ada keseimbangan di antara kita dalam berpikir, dalam bersikap,” jelasnya.
Antusiasme peserta semakin bertambah dengan adanya hadiah yang disiapkan panitia. Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan dua hadiah utama berupa satu unit sepeda dan seekor kambing bagi peserta yang beruntung.
Melalui kegiatan Ngontel Bareng Bersarung ini, Pemdes Klurahan berharap semangat Hari Santri Nasional tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta melestarikan budaya santri di tengah kehidupan masyarakat.
Reporter : Dwi Budi
Editor : Edi Susanto






