Nganjuk, Klik DAERAH — Pabrik speaker aktif milik CV Sinar Baja Elektrik di Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ludes terbakar pada, Jumat (18/9/2026) pagi.
Kebakaran yang diduga bermula dari korsleting listrik itu menghanguskan bangunan produksi dan gudang penyimpanan produk jadi.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, kepulan asap hitam tebal terlihat membumbung dari dalam area pabrik. Api kemudian dengan cepat membesar dan melalap sejumlah bagian bangunan.
Warga setempat, Mariyadi, mengatakan kobaran api muncul sebelum aktivitas kerja dimulai. Kondisi tersebut membuat warga sekitar segera mengetahui adanya kebakaran di area pabrik.
Menangani kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran dan 45 personel.
Petugas membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk menjinakkan kobaran api. Setelah api berhasil dipadamkan, proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Sekretaris Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Ardiansyah Winardi, menyoroti kesiapan sistem proteksi kebakaran mandiri di lingkungan perusahaan.
Ia menyebut perusahaan perlu memiliki sarana pemadam kebakaran yang memadai sehingga dapat melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
“Perusahaan seharusnya menyiapkan alat pemadam dan proteksi kebakaran yang memadai sebagai langkah antisipasi,” ujar Ardiansyah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Karyawan yang hendak masuk kerja langsung dipulangkan demi menghindari risiko keselamatan.
Sementara itu, kerugian akibat kebakaran ditaksir sedikitnya mencapai Rp10 miliar. Nilai tersebut baru mencakup produk siap jual yang terbakar, belum termasuk kerusakan bangunan dan peralatan produksi.
Pasca-kebakaran, lokasi pabrik dipasangi garis polisi. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik.
Reporter : Gendro
Editor : Edi Susanto






