Kediri, Klik DAERAH – Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ditargetkan siap diresmikan pada November 2026 setelah proses revitalisasi akibat kebakaran pada 2025 hampir rampung. Pasar yang dirancang beroperasi selama 24 jam ini menyediakan 805 lapak, mampu menampung 714 pedagang, serta membuka peluang bagi pelaku usaha baru, khususnya di sektor kuliner.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menyampaikan perkembangan tersebut saat meninjau langsung progres revitalisasi Pasar Ngadiluwih, Rabu (14/10/2026). Pemerintah Kabupaten Kediri kini mulai menyosialisasikan penempatan pedagang sebelum dilanjutkan dengan pengundian lapak.
“Ini sedang sosialisasi kepada teman-teman pedagang yang selama ini menempati TPPS (Tempat Penampungan Pedagang Sementara),” kata Mas Dhito.
Kapasitas pasar yang lebih besar menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengakomodasi pedagang lama sekaligus memberikan ruang bagi pedagang yang masuk daftar tunggu. Dari total 805 lapak yang tersedia, sebanyak 714 pedagang tercatat akan ditampung, belum termasuk area pelataran untuk kegiatan kuliner dan lesehan.
Operasional Dibagi Tiga Shift
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan pasar, Pemkab Kediri menerapkan sistem operasional tiga shift yang memungkinkan aktivitas perdagangan berlangsung sepanjang hari.
Pada sore hingga malam, pasar akan diisi pedagang kuliner. Sementara itu, pedagang sayur dijadwalkan beraktivitas mulai dini hari hingga pagi, sedangkan pedagang los dan kios beroperasi pada pagi hingga siang hari.
Pola operasional tersebut diharapkan memperluas aktivitas ekonomi Pasar Ngadiluwih, tidak hanya sebagai pusat perdagangan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dan pusat kuliner pada malam hari.
Pasar ini turut dilengkapi area food court untuk mengakomodasi penjualan makanan dan minuman, termasuk kuliner khas Ngadiluwih dan Kabupaten Kediri. Konsep tersebut diharapkan membuka kesempatan usaha baru sekaligus meningkatkan daya tarik pasar bagi pengunjung.
Mas Dhito mengatakan, konsep pengembangan Pasar Ngadiluwih mengacu pada Pasar Wates yang telah menjadi percontohan. Dengan halaman pasar yang luas, aktivitas kuliner pada malam hari juga berpotensi dikembangkan dengan hiburan, seperti pertunjukan musik langsung.
Pedagang Ditata, Kawasan Depan Pasar Dibenahi
Selain menghidupkan aktivitas perdagangan selama 24 jam, pemerintah daerah juga berencana menata kawasan di sekitar pasar agar lebih tertib. Pada 2027, pedestrian di depan Pasar Ngadiluwih dijadwalkan diperbaiki.
Penataan tersebut ditujukan agar seluruh pedagang berjualan di dalam area pasar sehingga tidak ada lagi aktivitas perdagangan yang menggunakan kawasan depan pasar.
“Di tahun 2027 pedestrian di depan pasar juga akan kita perbaiki. Dan yang paling penting nantinya tidak ada pedagang yang berjualan di depan pasar, semua masuk ke dalam seperti Pasar Wates,” terang Mas Dhito.
Pengundian Lapak Dijadwalkan 27–30 Oktober:
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan pekerjaan revitalisasi Pasar Ngadiluwih hampir selesai. Salah satu pekerjaan yang masih membutuhkan penyelesaian signifikan adalah pemasangan fasad pada satu bagian los.
Di sisi lain, sosialisasi kepada pedagang terus dilakukan sebagai persiapan penempatan di pasar yang baru. Pengundian lapak dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Oktober 2026.
Tutik menyebutkan, seluruh pedagang ditargetkan sudah pindah dan mulai berjualan di Pasar Ngadiluwih yang baru pada Desember 2026.
Pemerintah daerah juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berjualan kuliner di area pelataran pasar. Meski demikian, penataan akan memprioritaskan pedagang yang selama ini berjualan di depan pasar agar dapat dipindahkan ke dalam kawasan pasar.
“Kami juga membuka siapa saja yang dari luar mau masuk (berjualan kuliner) ke sini,” tambah Tutik.
Dengan konsep operasional 24 jam, kapasitas lapak yang memadai, serta penataan kawasan perdagangan, revitalisasi Pasar Ngadiluwih diharapkan menjadi momentum untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, dan menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib di Kabupaten Kediri.
Reporter : SW
Editor : Edi Susanto






