KLIK DAERAH Kediri,— Kerja Sama Operasional (KSO) Tebu PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Manajemen Kerja Sama Operasional (MKSO) Kebun Dhoho, pada Jumat, 28 Agustus 2027.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses operasional perkebunan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Monitoring di lapangan dihadiri jajaran manajemen PT SGN mulai Direktur Operasional Kuntoro Boga Adri, Regional Head Jatim II PT SGN Wayan Mei Purwono, Kabag Operasional KSO Tebu, serta jajaran General Manager Pabrik Gula Regional Jatim 1.
Direktur Operasional PT SGN Kuntoro Boga Adri mengatakan, monitoring dilakukan dengan melihat secara langsung kondisi kebun, efektivitas operasional, hingga tingkat kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan perusahaan.
“Pada kesempatan ini kami meninjau langsung kondisi lapangan, efektivitas operasional, dan kepatuhan terhadap standar di KSO Tebu PT SGN,” kata Kuntoro.
Menurut Kuntoro, monitoring menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan budidaya tebu berjalan sesuai prosedur.
Mulai dari proses penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga pelaksanaan panen menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut.
“Kami memastikan standar operasional sesuai dan berjalan dengan baik. Kami juga menilai apakah seluruh proses budidaya, perawatan, hingga panen berjalan sesuai prosedur,” tuturnya.
Sementara itu, Area Head Jatim II PT SGN Wayan Mei Purwono menambahkan, secara umum proses tanam maupun panen di wilayah KSO Kebun Dhoho masih berjalan dengan baik. Namun, kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
“Apalagi kondisi cuaca saat ini kemarau, kami juga memastikan sistem pengairan di KSO Kebun Dhoho berjalan normal. Jangan sampai tanaman mengalami kekeringan,” imbuh Wayan.
Selain memastikan kondisi tanaman, monitoring juga dilakukan terhadap proses tebang dan suplai bahan baku tebu menuju pabrik gula.
Kelancaran distribusi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku selama musim giling.
Takmau ketinggalan, General Manager MKSO Kebun Dhoho Juni Yanto menyampaikan, dalam kegiatan tersebut pihaknya turut menyampaikan perkembangan proses tebang dan suplai tebu ke sejumlah pabrik gula.
“Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi ini kami juga memantau progres proses tebang dan suplai bahan baku tebu ke pabrik gula serta melihat langsung kondisi fisik tanaman di lahan,” ucap Juni.
Juni lebih lanjut menjelaskan, tantangan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan kondisi cuaca. Faktor hama maupun akses logistik menuju area perkebunan juga menjadi hal yang harus diantisipasi agar kegiatan operasional tidak terganggu.
Terlebih, kondisi cuaca yang cukup panas saat ini berpotensi memengaruhi kondisi tanaman apabila ketersediaan air tidak dikelola dengan baik.
“Kami juga menjelaskan bagaimana mengantisipasi kendala cuaca, hama, atau hambatan akses logistik kebun. Apalagi saat ini cuaca sangat panas, kami harus menjaga tanaman jangan sampai kekeringan,” jelasnya.
Juni mengungkapkan, MKSO Kebun Dhoho terus berupaya menjaga produktivitas tanaman sekaligus memastikan hasil panen dapat terserap dan dikirim ke pabrik gula sesuai kebutuhan.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat pengawasan mulai dari kondisi tanaman di lahan, proses tebang, pengangkutan, hingga suplai bahan baku ke pabrik.
“Tentunya kami dari MKSO Kebun Dhoho berkomitmen mempertahankan kualitas hasil panen dengan menerapkan standar Manis, Bersih, dan Segar (MBS) sehingga bahan baku yang disuplai ke pabrik gula tetap memiliki mutu yang optimal,” ungkap Juni.(Mas)






