Peduli Terhadap Masyarakat,MKSO Kebun Dhoho Salurkan Bantuan Gula 

oleh

KLIK DAERAH Kediri,-PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melalui MKSO Kebun Dhoho Kediri kembali menegaskan komitmennya terhadap masyarakat sekitar dengan menyiapkan penyaluran bantuan gula kepada warga di tiga kecamatan di Kabupaten Kediri pada akhir musim giling 2026.

Program sosial yang telah berlangsung setiap tahun ini menyasar 17 desa yang berada di Kecamatan Plosoklaten, Ngancar, dan Wates.

Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah Hak Guna Usaha (HGU) yang dikelola MKSO Kebun Dhoho.

General Manager MKSO Kebun Dhoho, Juni Yanto, mengatakan setiap desa akan menerima bantuan gula sebanyak 2,5 ton. Penyaluran tersebut merupakan agenda rutin yang telah menjadi bagian dari hubungan baik perusahaan dengan masyarakat.

“Setiap tahun kami rutin menyerahkan bantuan di 17 desa yang berada di tiga kecamatan dengan masing-masing desa menerima 2,5 ton gula,” kata Juni Yanto, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pada musim giling sebelumnya bantuan disalurkan pada Oktober 2025. Sementara untuk musim giling 2026, seluruh persiapan telah rampung dan perusahaan tinggal menentukan waktu yang tepat untuk proses penyerahan kepada masyarakat.

“Kami sudah mempersiapkan semuanya dan hanya menunggu hari yang tepat untuk penyaluran,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, MKSO Kebun Dhoho akan mengundang para kepala desa penerima manfaat, camat, kapolsek, danramil, serta jajaran manajemen perusahaan agar penyaluran bantuan berlangsung secara terbuka dan tepat sasaran.

Program tahunan tersebut merupakan implementasi dari perjanjian pemberian sumbangan dana atas pengelolaan lahan HGU di desa-desa sekitar kawasan perkebunan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Saat ini, MKSO Kebun Dhoho masih mengelola lahan HGU secara penuh untuk budidaya tanaman tebu sebagai upaya mendukung peningkatan produksi gula nasional.

Di sisi lain, perusahaan juga terus berupaya mendukung target pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula pada 2028. Berbagai langkah peningkatan produktivitas terus dilakukan, termasuk menaikkan hasil panen tebu dari rata-rata 6,3 ton per hektare menjadi 8 ton per hektare.

Menurut Juni Yanto, keberhasilan target tersebut tidak hanya bergantung pada upaya perusahaan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar.

“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar target peningkatan produktivitas ini dapat tercapai sehingga mampu memberikan kontribusi bagi terwujudnya swasembada gula nasional sesuai yang dicanangkan pemerintah,” pungkasnya.(Mas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.