Tulungagung, Klik DAERAH – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Ketua bersama anggota PWI Kabupaten Tulungagung melaksanakan ziarah ke makam sejawat jurnalis yang telah wafat, Minggu (9/2/2026).
Kegiatan ziarah tersebut dipusatkan di tempat pemakaman umum di wilayah Kabupaten Tulungagung. Rombongan PWI melakukan doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa serta dedikasi insan pers yang semasa hidupnya mengabdi di dunia jurnalistik.
Ketua PWI Tulungagung, Wiwieko Dharmaidiningrum, mengatakan kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT PWI ke-80 dan HPN 2026, sekaligus momentum refleksi bagi insan pers untuk mengenang perjuangan para pendahulu.
“Pada peringatan HUT PWI ke-80 dan HPN 2026 ini, kami bersama anggota PWI Tulungagung berziarah ke makam almarhum Sakti Pramono, salah satu sosok pendiri PWI Tulungagung,” ujar Wiwieko.
Menurutnya, almarhum Jarot Sakti Pramono memiliki peran besar dalam membangun fondasi organisasi PWI Tulungagung hingga tetap eksis dan solid selama 14 tahun terakhir. Dedikasi dan perjuangan tersebut patut dikenang serta dijadikan teladan bagi generasi wartawan saat ini.
Dalam kegiatan ziarah tersebut, anggota PWI Tulungagung juga membersihkan area makam yang ditumbuhi ilalang. Melihat kondisi tersebut, PWI Tulungagung berencana berkoordinasi dengan pihak keluarga agar makam almarhum dapat terawat dengan baik.
“Kami akan berkoordinasi dengan keluarga agar makam beliau tetap bersih dan terawat sebagai bentuk penghormatan kami,” jelasnya.
Wiwieko mengenang sosok Jarot sebagai pribadi yang rendah hati, humoris, namun dikenal teliti dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik maupun organisasi.
Karakter itulah yang membuat almarhum dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara PWI Tulungagung pada awal pendiriannya.
Semasa hidupnya, Sakti Pramono meniti karier jurnalistik di Harian Duta Masyarakat, sebelum kemudian berkiprah di Radio Perkasa FM yang saat itu masih bernama Radio Paramita AM.
Ia dikenal konsisten menulis dan menyampaikan berita politik dengan menjunjung tinggi kaidah jurnalistik.
“Beliau kerap disapa Jarot, nama udara yang melekat selama berkarier di radio. Kegiatan ziarah ini akan kami lakukan secara rutin setiap tahun untuk mengenang jasa dan keteladanannya,” pungkas Wiwieko.
Reporter : Agus Dmt
Editor : Edi Susanto
Peringati HUT PWI dan HPN 2026, PWI Tulungagung Ziarah ke Makam Alm. Jarot





