Kediri, Klik DAERAH – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial berkolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri memberikan pendampingan psikososial kepada 199 siswa kelas X dan XI SMA Dharma Wanita Boarding School Pare, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesehatan mental, meningkatkan kepercayaan diri, serta membantu para siswa mengenali potensi dan kemampuan diri.
Pendampingan yang berlangsung di Joglo Eks Kawedanan Pare tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memberikan dukungan psikososial bagi pelajar, khususnya mereka yang menjalani pendidikan di lingkungan asrama (boarding school).
Kehidupan di asrama yang mengharuskan siswa tinggal terpisah dari keluarga selama menempuh pendidikan memiliki tantangan tersendiri. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, serta kemandirian dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari.
Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, melalui Ketua Pokja I Dyah Saktiana, menyampaikan bahwa setiap anak memiliki potensi, kemampuan, dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Karena itu, para siswa diharapkan tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk menggapai cita-cita. Menurutnya, impian besar harus disertai usaha nyata, antara lain dengan membangun kedisiplinan, tekun belajar, mengembangkan kemampuan diri, serta memilih lingkungan pergaulan yang positif.
“Jangan takut bermimpi, jangan mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, dan jangan pernah berhenti berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya kepada para siswa.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono, turut memberikan motivasi agar para siswa memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri. Ia menekankan dua pesan utama, yakni menanamkan optimisme melalui prinsip “Aku Bisa” dan membangun semangat berusaha dengan keyakinan bahwa “Tidak Ada yang Tidak Mungkin”.
Menurutnya, keberhasilan tidak dapat diraih secara instan, tetapi membutuhkan proses panjang yang disertai kerja keras, konsistensi, dan semangat pantang menyerah.
“Keberhasilan tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses, usaha, dan semangat pantang menyerah,” pesannya.
Untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap diri sendiri, kegiatan pendampingan ini juga diisi dengan sejumlah materi psikososial. Di antaranya pengenalan minat dan bakat untuk membantu siswa mengidentifikasi potensi serta kemampuan masing-masing.
Selain itu, para siswa mendapatkan materi refleksi diri guna mengenali kelebihan dan kekurangan, sekaligus membangun pola pikir positif dalam menghadapi berbagai tantangan.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kediri berharap para siswa tidak hanya mampu beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan asrama, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang percaya diri, mandiri, tangguh secara mental, serta memiliki kesiapan dalam merencanakan masa depan, (Adv).
Reporter: SW
Editor : Edi Susanto





