Nganjuk, Klik DAERAH – Sejumlah siswa dan guru SDN Klurahan I, Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mengalami keluhan mules dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (5/10/2026).
Keluhan tersebut mulai dirasakan sejumlah siswa dan guru setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan sekitar pukul 11.00 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas Puskesmas mendatangi SDN Klurahan I untuk melakukan monitoring sekaligus pemeriksaan awal terhadap kondisi para siswa dan guru.
Selain Puskesmas, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Nganjuk bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk juga turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan pemeriksaan terkait kondisi siswa serta makanan yang dikonsumsi.
Koordinator Satgas MBG Kabupaten Nganjuk, Judy Ernanto, mengatakan pihaknya bersama Dinkes Nganjuk melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta mengetahui kondisi para siswa yang mengalami keluhan.
“Kita verifikasi lapangan dengan Dinas Kesehatan terkait dengan kondisi SPPPG yang ada, seperti apa kondisinya. Detailnya nanti yang melaksanakan ini teman-teman dari Dinas Kesehatan,” ujar Judy saat ditemui awak media.
Judy menjelaskan, hingga saat ini penyebab pasti keluhan sakit perut tersebut masih belum dapat dipastikan. Pihak Puskesmas masih melakukan observasi dan pemeriksaan terhadap para siswa yang sempat mengalami gejala.
Menurutnya, berdasarkan informasi awal, sejumlah siswa juga diketahui mengonsumsi makanan ringan berupa makaroni setelah menyantap makanan MBG. Karena itu, pemeriksaan masih dilakukan untuk mengetahui faktor yang berkaitan dengan munculnya keluhan tersebut.
“Ini kan masih dicek semua, masih diobservasi sama Puskesmas. Karena tadi riwayatnya katanya makan makaroni dan sebagainya kan seperti itu,” katanya.
Judy memastikan kondisi siswa dan guru yang sempat mengalami keluhan saat ini telah membaik. Mereka juga telah diperbolehkan pulang ke rumah setelah mendapatkan penanganan dan pemeriksaan awal dari tenaga medis.
Meski demikian, pemantauan terhadap kondisi kesehatan siswa tetap dilakukan. Pihak Puskesmas juga telah memberikan arahan kepada pihak sekolah agar terus memantau kondisi seluruh siswa, khususnya mereka yang mengonsumsi makanan MBG.
“Sudah membaik, sudah pulang ke rumah. Sampai hari ini kita observasi seperti apa. Tadi Puskesmas juga sudah memberikan informasi, termasuk juga penekanannya kepada kepala sekolah untuk memantau semua siswa terkait MBG,” pungkas Judy.
Hingga saat ini, pemeriksaan dan observasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab keluhan sakit perut yang dialami sejumlah siswa dan guru SDN Klurahan I. Hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai faktor yang menyebabkan munculnya gejala tersebut.
Reporter : Dwi Budi P
Editor : Edi Susanto






