Tulungagung, Klik DAERAH – Perum Bulog Cabang Tulungagung mencatat stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai sekitar 60.000 ton per April 2026. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya sekitar 29.000 ton, Jumat (24/4/2026).
Pimpinan Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menjelaskan, bahwa stok tersebut mencukupi kebutuhan empat kabupaten di wilayah kerjanya, dengan ketahanan stok dipastikan aman hingga lebih dari satu tahun ke depan.
“Per tadi malam stok kita mencapai 60.000 ton. Ini dua kali lipat lebih dibanding tahun lalu. Ketahanan stok kita juga lebih dari satu tahun,” ujar Kabulog Yonas, Jumat (24/4/2026).

Tidak hanya itu, Bulog juga membuka akses edukasi bagi pelajar, salah satunya siswa SMK Negeri 1 Tulungagung jurusan pertanian. Kunjungan ini bertujuan agar siswa memahami alur distribusi hasil panen petani.
Selama ini, menurutnya, banyak siswa hanya melihat proses panen di sawah tanpa mengetahui ke mana hasil panen tersebut didistribusikan selain ke pasar.

“Sekarang mereka bisa melihat langsung bahwa beras hasil panen juga diserap dan disimpan sebagai cadangan pemerintah di gudang Bulog,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan stok, kata Yonas, Bulog Tulungagung telah menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa gudang tambahan, diantaranya, 6 komplek gudang milik sendiri, 6 komplek gudang sewa
Total 12 komplek gudang aktif. Selain itu, dua komplek gudang tambahan masih dalam proses pengajuan, sehingga totalnya berpotensi menjadi 14 komplek gudang.
Untuk kapasitas penyimpanan keseluruhan saat ini telah mencapai lebih dari 80.000 ton dan masih akan ditingkatkan sesuai kebutuhan. Dari sisi penyerapan, Bulog mencatat realisasi setara beras telah mencapai sekitar 30.000 ton, atau 47 persen dari target tahunan 64.000 ton.
Tingginya serapan ini dipengaruhi oleh
panen yang datang lebih awal (mulai Januari minggu ketiga), kondisi cuaca yang lebih mendukung dibanding tahun lalu.
Adapun untuk harga pembelian pemerintah (HPP) saat ini ditetapkan, untuk gabah kering panen (GKP) Rp6.500/kg, beras Rp12.000/kg.
Stok beras tersebut akan disalurkan sesuai penugasan pemerintah, antara lain untuk, Program bantuan pangan (Banpang), Stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), cadangan tanggap darurat bencana. Hingga saat ini, realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai lebih dari 30 persen dan terus berjalan.
“Penyaluran dilakukan berdasarkan jadwal undangan agar penerima benar-benar hadir. Beras akan kami kemas ulang menjadi 10 kilogram mendekati waktu distribusi,” jelasnya.
Yonas menambahkan, selain memenuhi kebutuhan lokal, Bulog Tulungagung juga melakukan pengiriman (move) stok ke daerah lain seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua. Saat ini, pengiriman telah mencapai sekitar 1.500 ton, dengan potensi total distribusi hingga 10.000 ton ke luar Jawa Timur.
“Pengiriman ini tidak mempengaruhi stok karena ketahanan kita masih sangat aman,” tambahnya.
Selain beras, bulog juga memiliki stok jagung sekitar 9.000 ton, dengan target penyerapan hingga 11.000 ton. Jagung tersebut rencananya akan disalurkan kepada peternak ayam petelur.
Sementara itu, untuk komoditas minyak goreng, bulog memastikan tidak ada gejolak harga di Tulungagung. Distribusi rutin dilakukan ke pedagang terdaftar sesuai rekomendasi Dinas Perdagangan.
Secara nasional, stok yang dikuasai Perum Bulog saat ini telah mencapai lebih dari 5 juta ton, yang disebut sebagai jumlah terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Peningkatan signifikan ini menunjukkan keberhasilan penyerapan hasil panen serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Ini bukti bahwa swasembada pangan bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar nyata,” pungkasnya.
Reporter : Agus Dmt
Editor : Edi Susanto






