Kediri, Klik DAERAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar menjadi penggerak ekonomi masyarakat, memperluas pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Dari total 343 KDKMP yang telah berdiri di Kabupaten Kediri, sebanyak 308 koperasi di antaranya telah mulai beroperasi. Pemkab Kediri mendorong koperasi yang sudah berjalan untuk meningkatkan aktivitas usaha, memperluas layanan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di masing-masing desa dan kelurahan.
Upaya tersebut mengemuka dalam kunjungan pemerintah pusat bersama Pemkab Kediri ke KDKMP Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Kamis (15/10/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memantau kesiapan operasional koperasi, ketersediaan stok barang, serta pemanfaatan sarana pendukung distribusi kebutuhan masyarakat.
Kunjungan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Erwin Dwiyana, serta perwakilan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan, Pemkab Kediri mendukung keberlanjutan program KDKMP agar koperasi tidak sekadar berdiri, tetapi mampu berkembang dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada kesiapan pengelola dan ketersediaan barang, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sebagai pengguna layanan sekaligus pelaku ekonomi lokal.
Ia mengajak warga untuk mulai memanfaatkan KDKMP dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain menyediakan barang kebutuhan pokok, koperasi diharapkan menjadi saluran pemasaran produk UMKM setempat sehingga hasil usaha masyarakat memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
“Ini merupakan program kerakyatan di desa. Bagaimana masyarakat kita mengenal KDKMP, berbelanja di KDKMP, dan produk-produk lokal yang dimiliki di desa masing-masing juga bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih,” ungkap Dewi yang akrab disapa Mbak Dewi.
Transaksi Tembus Rp30 Juta dalam Tiga Bulan
Sementara itu, Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Erwin Dwiyana menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan tim yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk memastikan pelaksanaan program KDKMP berjalan sesuai tujuan.
Pemantauan dilakukan dengan memeriksa kondisi koperasi, ketersediaan stok barang di gudang, serta kesiapan sarana operasional yang telah disediakan untuk mendukung kegiatan usaha dan distribusi barang.
“Kedatangan kami ini tentunya pertama adalah memastikan kondisi KDKMP Tiru Kidul, kemudian juga memastikan stok yang saat ini ada. Kami juga mengecek sarana yang diberikan kepada KDKMP,” jelas Erwin.
Dalam kegiatan tersebut, tim turut memeriksa sejumlah kendaraan operasional, mulai dari truk, mobil pikap, hingga kendaraan roda tiga. Kendaraan-kendaraan itu telah diuji coba dan sebagian sudah digunakan untuk menunjang aktivitas koperasi.
Meski demikian, pemanfaatan sarana operasional tersebut masih perlu dioptimalkan agar mampu mendukung kelancaran distribusi barang dan meningkatkan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Tim juga berdiskusi dengan pengurus koperasi, kepala desa, dan manajer operasional untuk mengetahui perkembangan usaha serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan KDKMP Desa Tiru Kidul.
Dari hasil pemantauan, transaksi koperasi tersebut dalam kurun waktu sekitar tiga bulan tercatat mencapai kurang lebih Rp30 juta. Capaian ini menunjukkan aktivitas usaha telah berjalan, meskipun peningkatan transaksi dan pengembangan layanan masih menjadi pekerjaan yang perlu ditindaklanjuti.
“Kalau tidak salah, tercatat selama tiga bulan itu ada transaksi sekitar Rp30 juta. Transaksi ini terus berjalan,” kata Erwin.
KDKMP Didorong Pangkas Rantai Distribusi
Erwin menambahkan, sosialisasi kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan agar keberadaan KDKMP semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh warga. Selain menjadi tempat pemenuhan kebutuhan pokok, koperasi juga diharapkan mampu menampung dan memasarkan produk UMKM lokal.
Menurutnya, KDKMP memiliki potensi untuk memperpendek rantai distribusi barang. Dengan jalur distribusi yang lebih efisien, harga kebutuhan sehari-hari diharapkan menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Erwin mencontohkan minyak goreng yang dijual dengan harga sekitar Rp15.700 dan LPG tabung tiga kilogram sekitar Rp16.000.
“Dengan memotong rantai pasok ini, harganya bisa lebih murah. Harapan kita masyarakat dan petani bisa mengakses serta membeli kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Penguatan KDKMP di Kabupaten Kediri selanjutnya membutuhkan sinergi antara pemerintah, pengelola koperasi, pelaku UMKM, dan masyarakat. Optimalisasi sarana operasional, ketersediaan barang, peningkatan transaksi, serta keterlibatan warga menjadi faktor penting agar koperasi dapat tumbuh sebagai pusat kegiatan ekonomi desa.
Dengan 308 dari total 343 KDKMP yang telah beroperasi, Pemkab Kediri berharap koperasi Merah Putih dapat semakin berkembang, memperkuat perputaran ekonomi lokal, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Reporter : SW
Editor : Edi Susanto







