Tulungagung, Klik DAERAH – Pergantian kepengurusan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memunculkan dinamika di internal partai, termasuk polemik pengembalian aset oleh mantan pengurus, Jumat (24/4/2026). Hal ini mencuat usai pelaksanaan musyawarah anak cabang PDI-P yang menetapkan kepengurusan baru.
Samsul Huda, salah satu penguru partai PDIP Kabulaten Tulungagung, mengatakan, seluruh mantan pengurus PAC diminta mengembalikan aset partai yang sebelumnya digunakan untuk operasional. Aset tersebut meliputi kendaraan operasional seperti sepeda motor, stempel, hingga atribut organisasi seperti bendera dan umbul-umbul.
Huda menambahkan, hasil musyawarah anak cabang, serta jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang mengawasi proses transisi. Proses ini berlangsung di wilayah Kabupaten Tulungagung, pasca musyawarah anak cabang yang digelar baru-baru ini, dengan tahapan lanjutan berupa pembentukan pengurus ranting yang dijadwalkan mulai bulan depan.
Pihak partai menegaskan bahwa pengembalian aset merupakan hal normatif dalam organisasi. Aset tersebut adalah milik partai yang harus diserahkan kembali untuk digunakan oleh kepengurusan baru agar roda organisasi tetap berjalan optimal.
“Semua aset itu ada pencatatannya. Jadi, ketika ada pergantian pengurus, wajib dikembalikan dan diserah terimakan kepada pengurus yang baru,” jelas Huda, salah satu pengurus partai.
Isu pengembalian seragam sempat memicu kekecewaan dari sejumlah mantan pengurus. Namun, pihak partai meluruskan bahwa seragam tidak termasuk aset yang wajib dikembalikan.
“Kalau seragam itu melekat sebagai identitas kader. Itu hak pribadi, jadi tidak perlu dikembalikan,” tegasnya.
Pembentukan pengurus PAC PDI-P dilakukan secara dinamis sesuai aturan partai, dengan komposisi 11 orang. Kepengurusan wajib mengakomodasi minimal 20 persen keterwakilan generasi muda dan 30 persen perempuan.
Meski tidak lagi menjabat di PAC PDI-P, mantan pengurus tetap memiliki peluang berkontribusi di struktur lain. Partai membuka ruang di badan-badan dan sayap organisasi bagi kader potensial.
Untuk meredam potensi kesalahpahaman, partai akan melakukan konsolidasi dengan seluruh kader, termasuk mantan pengurus.
“Kita akan rangkul semua. Ini rumah bersama, masih banyak ruang untuk berkontribusi,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan transisi kepengurusan berjalan kondusif dan soliditas internal partai tetap terjaga menjelang agenda pembentukan pengurus ranting.
Reporter : Agus Dmt
Editor : Edi Susanto
Aset Partai Wajib Dikembalikan! Mantan Pengurus PAC PDI-P Sempat Kecewa, Ini Penjelasan Resminya






