Kediri, Klik DAERAH — Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan mendorong konsumsi ikan sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga tentang pola pengasuhan balita, Senin (21/9/2026).
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Kelas Pengasuhan Balita yang digelar di Balai Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.
Kegiatan menyasar keluarga yang memiliki balita hingga ibu hamil. Program ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Kediri dalam mencapai target zero growth stunting, yang menjadi salah satu perhatian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan, pencegahan stunting bukan hanya berkaitan dengan kondisi anak saat ini, tetapi juga menjadi investasi dalam menyiapkan kualitas generasi mendatang.
“Melalui kegiatan hari ini, kami ingin menguatkan dua kunci utama dalam pencegahan stunting,” kata Dewi yang juga menjabat Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Kediri.
Menurut Dewi, konsumsi ikan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Ikan mengandung protein hewani, omega-3, serta berbagai zat gizi mikro yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Bagikan 120 Paket Olahan Ikan
Selain edukasi, Pemkab Kediri membagikan 120 paket olahan ikan kepada kelompok sasaran. Penerima terdiri atas balita, anak stunting, anak wasting, serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid mengatakan, paket tersebut berisi sejumlah produk olahan ikan, di antaranya filet ikan lele, abon lele, nugget, dan kulit ikan.
“Semoga nanti dengan kegiatan ini juga akan menumbuhkan rajin makan ikan, minimal satu minggu makan ikan itu dua kali,” ujarnya.
Pemberian paket tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan beragam pilihan olahan ikan kepada keluarga, sehingga konsumsi protein hewani dapat lebih mudah diterapkan dalam menu sehari-hari.
Sementara itu, Kelas Pengasuhan Balita memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai kebutuhan tumbuh kembang anak. Materi yang disampaikan antara lain pentingnya ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi, stimulasi tumbuh kembang, serta penerapan kebersihan.
Pemkab Kediri menilai pencegahan stunting perlu dilakukan secara terpadu. Pemenuhan gizi yang baik harus berjalan seiring dengan pola pengasuhan dan stimulasi yang tepat agar tumbuh kembang anak dapat dipantau secara optimal.
Melalui Gemarikan dan Kelas Pengasuhan Balita, Pemkab Kediri berharap kesadaran keluarga terhadap pentingnya gizi dan pola asuh semakin kuat. Keterlibatan orang tua, kader, dan masyarakat di tingkat keluarga diharapkan turut memperkuat upaya pencapaian target zero growth stunting di Kabupaten Kediri.
Reporter : SW
Editor : Edi Susanto






