Tulungagung, Klik DAERAH — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Tulungagung berencana memperkuat layanan penanganan kebakaran dengan menambah armada serta mengembangkan pos bantu di sejumlah wilayah, Selasa (22/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat waktu respons, mengingat wilayah pelayanan Damkar mencakup 19 kecamatan dengan jarak jangkau yang cukup luas.
Plt. Kepala Damkar Tulungagung, Galih Nusantoto, mengatakan, pemetaan wilayah rawan kebakaran menjadi salah satu dasar dalam menentukan pengembangan layanan ke depan. Selain memperkuat sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian.
“Wilayah yang kami cover cukup luas. Beberapa daerah sudah kami petakan dan terdapat titik-titik yang memiliki potensi kerawanan. Karena itu, salah satunya adalah pengembangan sumber daya manusia dalam penanganan kebakaran,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan peningkatan kapasitas personel harus diikuti dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Hal ini penting agar petugas dapat melakukan pemadaman maupun penanganan kebakaran secara lebih cepat dan efektif.
Saat ini, Damkar Tulungagung melayani wilayah yang terdiri dari 19 kecamatan. Kondisi geografis dan jarak antarwilayah membuat waktu tempuh menuju lokasi kejadian dapat mencapai sekitar satu jam.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Damkar Tulungagung mulai mengembangkan konsep pos bantu di sejumlah wilayah yang dinilai strategis. Salah satu pos bantu telah tersedia di Kecamatan Ngunut untuk memperkuat pelayanan di wilayah timur Tulungagung.
“Untuk tahap pertama, kami sudah memiliki pos bantu di wilayah Ngunut untuk meng-cover wilayah timur. Ke depan, kemungkinan wilayah selatan juga akan kami kembangkan agar jarak pelayanan lebih dekat dan proses penanganan bisa lebih cepat,” jelasnya.
Prioritaskan Penambahan Armada dan Kendaraan Pendukung:
Selain pengembangan pos bantu, Damkar Tulungagung juga memerlukan penambahan armada pemadam. Salah satu kebutuhan yang menjadi prioritas adalah unit pemadam dengan kapasitas tangki sekitar 4.000 liter.
Kebutuhan lainnya adalah armada pemadam berukuran lebih kecil. Kendaraan tersebut dinilai penting untuk menjangkau kawasan permukiman padat yang memiliki akses jalan sempit dan gang-gang yang sulit dilalui kendaraan pemadam berukuran besar.
“Kami berusaha menjangkau wilayah tersebut dengan peralatan yang cukup besar, tetapi untuk permukiman yang padat dan gang-gang kecil tentu membutuhkan pemadam yang lebih kecil agar bisa masuk dan menjangkau lokasi,” katanya.
Tak hanya kendaraan pemadam, Damkar juga membutuhkan kendaraan operasional untuk mengangkut personel. Menurutnya, keberadaan armada pemadam harus diimbangi dengan sarana transportasi yang mampu membawa petugas menuju lokasi kejadian.
“Walaupun kami membawa unit pemadam, kalau personelnya tidak ikut serta tentu tidak bisa berjalan. Karena itu, diperlukan juga alat angkut personel untuk mendukung proses pemadaman,” ujarnya.
Dengan penambahan armada, pengembangan pos bantu, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Damkar Tulungagung berharap pelayanan kepada masyarakat dapat semakin cepat, terutama dalam menangani kejadian kebakaran di wilayah yang selama ini memiliki waktu tempuh cukup panjang.
Reporter : Agus Dmt
Editor : Edi Susanto





