Kediri, Klik DAERAH – Pemerintah Kabupaten Kediri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas penyaluran bantuan beras yang dinilai membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kenaikan harga beras, Jumat (11/9/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan saat Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyalurkan bantuan beras secara langsung di Balai Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9).
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa mengatakan, bantuan beras tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya warga yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4.
“Karena ini musim-musim beras naik, tapi pemerintah pusat memberikan beras selama enam bulan. Itu lumayan membantu warga di Kabupaten Kediri,” ujar Dewi.
Di Kabupaten Kediri, bantuan beras menyasar 251.412 penerima manfaat dengan total alokasi mencapai 7.542,36 ton beras. Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memberikan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Khusus di Kecamatan Ngasem, bantuan diberikan kepada sekitar 6.400 penerima manfaat. Sedangkan di Desa Gogorante, terdapat 400 penerima manfaat dengan total alokasi mencapai 12 ton beras.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, Pemerintah Pusat terus memperkuat jaring pengaman pangan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan produksi akibat musim kemarau.
“Secara nasional, sebanyak 33,2 juta penerima manfaat mendapatkan bantuan beras sebesar 10 kilogram per bulan. Program tersebut berlangsung selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026,” terang Meteri Zulkifli.
Untuk periode Oktober hingga Desember 2026, pemerintah memastikan bantuan kembali disalurkan dengan alokasi 10 kilogram beras kepada setiap penerima manfaat setiap bulan.
Selain bantuan beras, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Di antaranya melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penyediaan jagung pakan ternak dengan harga terjangkau, serta pemanfaatan beras turun mutu untuk kebutuhan industri pangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan gejolak harga di tengah kondisi produksi yang menghadapi tantangan musim kemarau.
Reporter : SW
Editor : Edi Susanto





