Kediri, Klik DAERAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pendidikan mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar dari APBD 2026 untuk program revitalisasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah, Senin (21/9/2026).
Program tersebut menyasar 97 sekolah, terdiri atas 38 sekolah dasar (SD) dan 59 sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Kediri.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, mengatakan anggaran sekitar Rp20 miliar tersebut digunakan untuk rehabilitasi sekolah pada seluruh jenjang pendidikan sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
“Dari APBD ada Rp20 miliar semua. Lebih, Rp20-an untuk semua jenjang,” kata Muhsin.
Ia menjelaskan, rehabilitasi tidak selalu berarti seluruh bangunan sekolah dibongkar dan diganti dengan material baru. Bagian bangunan yang masih dalam kondisi baik dan layak digunakan tetap dipertahankan.
Penjelasan tersebut sekaligus menjawab adanya anggapan masyarakat bahwa material lama, seperti kayu, seharusnya seluruhnya diganti dalam proses rehabilitasi.
“Kalau rehab itu yang diperbaiki kan yang rusak-rusak. Yang masih utuh, yang masih bagus dipakai lagi,” jelasnya.
Sebelum ditetapkan sebagai penerima program, kondisi bangunan sekolah terlebih dahulu dinilai oleh tim. Tingkat kerusakan menjadi salah satu dasar untuk menentukan jenis pekerjaan sekaligus besaran anggaran.
Lingkup pekerjaan pun berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Ada sekolah yang mendapat perbaikan perpustakaan, pembangunan perpustakaan, hingga perbaikan fasilitas sanitasi.
“Ada yang misalnya hanya perbaikan perpustakaan, ada yang membangun perpustakaan, kamar mandi. Tergantung. Ada yang Rp150 juta sesuai tingkat kerusakan, ada yang Rp300 juta,” terangnya.
Untuk pekerjaan dengan nilai anggaran besar, pengadaan dilakukan melalui mekanisme lelang. Sementara pekerjaan dengan nilai lebih kecil, sekitar Rp100 juta hingga Rp200 juta, dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan langsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu proyek dengan nilai anggaran terbesar berada di SDN Bedali 1, Desa Bedali, Kecamatan Ngancar. Sekolah tersebut memperoleh rehabilitasi enam ruangan dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar.
“Kita yang besar itu di SDN Bedali. SDN Bedali Ngancar itu lebih dari Rp1 miliar anggarannya. Karena merehab semua ruang, enam ruang itu kita rehab,” ungkap Muhsin.
Kasi Sarpras SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Anang Tri Asmono, mengatakan dari jenjang SD terdapat 38 sekolah yang mendapatkan program rehabilitasi.
Khusus rehabilitasi enam ruangan di SDN Bedali 1, pekerjaan ditargetkan selesai pada November atau paling lambat awal Desember 2026.
“Yang paling parah ya di Bedali itu rehab enam kelas dan saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Insyaallah selesai November atau awal Desember ini,” ujarnya.
Selama proses rehabilitasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar siswa SDN Bedali 1 sementara dipindahkan ke Balai Desa Bedali yang berada tepat di samping sekolah.
Sementara itu, pada jenjang SMP terdapat 59 sekolah yang mendapatkan program rehabilitasi melalui APBD Kabupaten Kediri tahun anggaran 2026.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri memastikan program tersebut difokuskan pada perbaikan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, sehingga fasilitas pendidikan dapat kembali layak dan aman digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar.
Reporter : SW
Editor : Edi Susanto






