Kediri, Klik DAERAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mempercepat pembenahan sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah yang didukung anggaran pemerintah pusat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas belajar agar lebih aman, layak, dan nyaman bagi peserta didik, Jumat (9/10/2026).
Melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebanyak 48 sekolah dasar (SD) dari total 115 SD sasaran telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS). Program tersebut juga menyasar 11 sekolah menengah pertama (SMP) dan 10 taman kanak-kanak (TK).
Secara keseluruhan, revitalisasi mencakup perbaikan 365 ruang pada jenjang SD, 15 ruang SMP, dan 47 ruang TK. Pembenahan tidak hanya menyasar ruang kelas, tetapi juga fasilitas pendukung, seperti kamar mandi, ruang guru, dan ruang kantor.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhomad Muhsin, menjelaskan bahwa proses pengusulan revitalisasi diawali dengan pemutakhiran data satuan pendidikan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Pengajuannya berangkat dari Dapodik. Sekolah melakukan pemutakhiran data, kemudian pemerintah daerah melalui dinas pendidikan diberi kesempatan mengusulkan sesuai dengan prioritas dan tingkat kerusakan,” jelas Muhsin.
Setelah usulan diajukan, dilakukan verifikasi dan validasi untuk memastikan kondisi bangunan serta tingkat kerusakan yang dialami masing-masing sekolah. Hasil pendataan tersebut selanjutnya menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam menentukan satuan pendidikan yang menjadi prioritas penerima bantuan.
Menurut Muhsin, kerusakan yang banyak ditemukan pada bangunan sekolah berada di bagian atap. Selain itu, fasilitas sanitasi juga menjadi perhatian karena jumlah dan kualitas kamar mandi di sejumlah sekolah dinilai belum memadai jika dibandingkan dengan jumlah peserta didik.
“Yang banyak itu atap, kemudian kamar mandi. Sebagian besar sekolah kita kamar mandinya tidak sebanding dengan jumlah murid. Kualitas kamar mandi juga perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
Pemkab Kediri melalui Dinas Pendidikan terus mengawal pelaksanaan revitalisasi agar berjalan sesuai ketentuan dan target waktu yang telah disepakati dalam PKS. Setiap sekolah penerima program ditargetkan menyelesaikan pekerjaan pada akhir tahun.
Salah satu pelaksanaan program tersebut berlangsung di SMPN 1 Ngasem. Progres pekerjaan revitalisasi di sekolah itu dilaporkan telah mencapai sekitar 20 persen, dengan durasi pengerjaan kurang lebih 105 hari sesuai jadwal yang ditetapkan.
165 Ruang Kelas Ditangani Melalui APBD
Selain mengandalkan bantuan pemerintah pusat, Pemkab Kediri juga mengalokasikan anggaran daerah untuk mempercepat pembenahan fasilitas pendidikan.
Melalui dukungan APBD Kabupaten Kediri, sedikitnya 165 ruang kelas akan direhabilitasi maupun dibangun sebagai ruang kelas baru. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas cakupan perbaikan sarana pendidikan di berbagai wilayah.
Dengan mengoptimalkan dua sumber pendanaan tersebut, Pemkab Kediri berupaya mempercepat pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP.
Pembenahan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, layak, dan nyaman sekaligus mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Dengan fasilitas yang semakin memadai, kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik di Kabupaten Kediri diharapkan terus meningkat.
Reporter : SW
Editor : Edi Susanto






