Nganjuk, Klik DAERAH — Polemik pembangunan kawasan wisata Watu Lawang di Kabupaten Nganjuk turut memicu perang narasi di media sosial. Sejumlah unggahan yang saling berseberangan dinilai berpotensi memperkeruh suasana dan berdampak terhadap citra daerah, Jumat (25/9/2026).
Pegiat media sosial Nganjuk, Sofian Hanafi atau yang akrab disapa Bang Fian, meminta masyarakat lebih bijak menyikapi berbagai informasi yang beredar terkait pembangunan wisata tersebut.
Menurutnya, belakangan ruang digital diramaikan unggahan dari berbagai pihak yang saling menyerang dan menjatuhkan. Kondisi tersebut dinilai kurang sehat jika terus berlanjut.
“Dari beberapa netizen ataupun pengguna media sosial banyak postingan-postingan yang saat ini saling serang, saling menjatuhkan antara buzzer-buzzer serta teman-teman LSM. Ya, kurang sehatlah saat ini,” ujar Bang Fian.
Ia menilai, sebagian unggahan juga memuat narasi yang berpotensi memprovokasi. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah menerima setiap informasi yang beredar, terutama unggahan dengan berbagai tagar yang berkaitan dengan Watu Lawang.
“Pada saat kita amati dalam postingan-postingan tersebut banyaknya ujaran-ujaran atau provokasi yang kita anggap tidak baiklah. Nah, kita harapkan untuk masyarakat agar cermat dan bisa menganalisa informasi-informasi yang sekarang ini banyak hashtagnya soal Watu Lawang,” jelasnya.
Bang Fian mengingatkan, polemik yang berkembang di media sosial tidak semestinya justru menimbulkan citra negatif terhadap Kabupaten Nganjuk. Menurutnya, narasi yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi calon investor yang hendak menanamkan modal di daerah.
“Jadi, jangan sampai postingan-postingan ini membuat citra daerah ini menjadi buruk, membuat investor-investor ini menjadi takut,” tegasnya.
Di sisi lain, Bang Fian menilai pembangunan dan pengembangan potensi wisata di Kabupaten Nganjuk perlu didukung sepanjang dilakukan sesuai ketentuan. Pengembangan kawasan wisata, kata dia, juga harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Ia menekankan pentingnya seluruh pihak memastikan setiap tahapan pembangunan dijalankan sesuai prosedur, termasuk ketentuan yang harus dipenuhi oleh investor.
“Watu Lawang sendiri ini kan wisata yang sangat bagus sebenarnya untuk dikembangkan, namun juga kita harus juga menjaga alam serta tahapan-tahapan ini yang perlu kita lalui juga,” pungkasnya.
Polemik Watu Lawang pun diharapkan dapat disikapi secara proporsional. Kritik dan pengawasan terhadap pembangunan tetap diperlukan, namun penyampaian informasi di ruang publik diharapkan dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan keresahan maupun merugikan citra daerah.
Reporter : Gendro
Editor : Edi Susanto





