Tulungagung, Klik DAERAH – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Puskesmas Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung, terus menunjukkan hasil positif. Sejak program tersebut berjalan, jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya, Rabu (17/6/2026).
Kepala Puskesmas Besole, Nur Sofi Umamah, mengatakan, bahwa pelaksanaan CKG dilakukan sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan. Program ini bertujuan meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit dan faktor risiko kesehatan di masyarakat.
“Pelayanan CKG meliputi skrining kesehatan dasar, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, pengukuran status gizi, serta identifikasi faktor risiko penyakit tidak menular. Pelaksanaannya dilakukan secara terjadwal baik di dalam gedung maupun melalui kegiatan luar gedung agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas, yang saat ini kami laksanakan di SDN 03 Besole,” ujar Nur Sofi Umamah.
Berdasarkan data Puskesmas Besole, pada tahun 2025 cakupan peserta yang telah mengikuti CKG mencapai sekitar 65 persen dari total sasaran. Sementara pada tahun 2026 hingga pertengahan tahun ini, cakupan peserta telah mencapai sekitar 45 persen dari target yang ditetapkan.
Menurut Nur Sofi, cakupan sasaran program pada tahun 2026 lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2025 program belum mencakup kelompok balita, maka pada tahun 2026 sasaran CKG meliputi seluruh kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia (lansia).
Dalam program tersebut, masyarakat mendapatkan berbagai jenis pemeriksaan kesehatan sesuai kelompok usia dan faktor risiko masing-masing. Pemeriksaan yang diberikan antara lain pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, skrining penyakit tidak menular, serta pemeriksaan kesehatan lainnya sesuai ketentuan program.
Untuk mempermudah akses layanan, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara online maupun offline. Pendaftaran online dilakukan melalui aplikasi Satu Sehat, sedangkan pendaftaran offline dapat dilakukan langsung di Puskesmas Besole.
Tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, Puskesmas Besole juga menerapkan strategi jemput bola. Tim kesehatan turun langsung ke desa-desa, kawasan industri dan pabrik, serta memanfaatkan kegiatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) seperti Posyandu.
“Kami terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat agar mereka lebih mudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Dengan pendekatan jemput bola, cakupan pelayanan dapat meningkat dan masyarakat tidak perlu selalu datang ke puskesmas,” jelasnya.
Meski demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya masih adanya masyarakat yang belum mengetahui informasi mengenai CKG, keterbatasan waktu masyarakat untuk datang ke fasilitas kesehatan, serta rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan meskipun tidak merasakan keluhan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Puskesmas Besole terus menggencarkan sosialisasi melalui media sosial, penyuluhan kesehatan, kerja sama dengan pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Sebagian besar hasil pemeriksaan dapat diketahui langsung saat pelayanan berlangsung, seperti hasil pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, pemeriksaan kesehatan mata, hingga pemeriksaan gula darah. Petugas kesehatan juga memberikan penjelasan hasil pemeriksaan sekaligus edukasi terkait kondisi kesehatan peserta.
Bagi peserta yang ditemukan memiliki faktor risiko atau masalah kesehatan, petugas akan memberikan konseling dan edukasi. Jika diperlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut, peserta akan diarahkan mengikuti pelayanan lanjutan di Puskesmas maupun dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap sesuai indikasi medis.
Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, hipertensi dan diabetes melitus menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan pada peserta CKG. Selain itu, petugas juga menemukan faktor risiko lain seperti kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, serta pola makan yang kurang sehat.
“Program CKG sangat membantu meningkatkan deteksi dini penyakit di masyarakat. Banyak warga yang sebelumnya tidak mengetahui kondisi kesehatannya akhirnya dapat teridentifikasi lebih awal, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan,” ungkap Nur Sofi.
Dalam pelaksanaannya, program CKG juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melalui pembinaan, pendampingan teknis, penyediaan pedoman pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta dukungan sarana dan prasarana. Melihat tingginya manfaat program tersebut, Nur Sofi berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan CKG.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang tersedia di Puskesmas Besole. Jangan menunggu sampai sakit untuk memeriksakan kesehatan. Dengan pemeriksaan rutin, penyakit dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kualitas hidup masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.
Reporter : Agus Dmt
Editor : Edi Susanto






