KLIK DAERAH,Tulungagung -Antusiasme masyarakat terhadap film berbahasa daerah kembali terlihat dalam agenda temu sapa pemain film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih yang digelar di Golden Theater Tulungagung, Sabtu (30/5/2026) malam.
Ratusan penonton memadati area bioskop untuk bertemu langsung dengan para pemeran film yang tengah menjadi perbincangan publik tersebut.
Sejak sore hari, pengunjung mulai berdatangan memenuhi lokasi acara. Kehadiran Bayu Skak bersama para pemain lainnya disambut meriah oleh penggemar yang ingin melihat lebih dekat sosok pemeran favorit mereka sekaligus mendengar cerita di balik proses produksi film tersebut.
Suasana hangat dan penuh keakraban langsung terasa ketika para pemain menyapa penonton. Gelak tawa beberapa kali pecah saat para pemeran membagikan pengalaman selama syuting dan berinteraksi dalam sesi tanya jawab bersama penggemar.
Dalam kegiatan itu, Bayu Skak yang memerankan karakter Bagas hadir bersama Firza Valaza sebagai Dicky, Tutus Thomson pemeran Ndaru, Yongki Setyabudi pemeran Papa Johan, serta Cak Ukil. Mereka tidak hanya berbincang mengenai film, tetapi juga menghibur penonton dengan mengajak bernyanyi bersama lagu populer dari film Yowis Ben, yakni Gandolane Ati dan Gak Iso Turu.
Atmosfer bioskop berubah menjadi ruang kebersamaan yang dipenuhi semangat dan antusiasme. Candaan khas Jawa Timur yang dilontarkan para pemain membuat suasana semakin hidup dan akrab.
Di hadapan para penggemar, Bayu Skak menyampaikan apresiasinya atas dukungan masyarakat Jawa Timur terhadap perkembangan film berbahasa daerah.
Menurutnya, karya yang mengangkat identitas lokal tetap mampu bersaing di industri perfilman nasional tanpa harus meninggalkan akar budaya.
“Dengan film bahasa daerah kita tidak perlu malu. Kita bisa bersaing di kancah nasional dan tidak kalah saing. Semua ini juga berkat masyarakat Tulungagung dan Jawa Timur,” ujar Bayu Skak yang disambut tepuk tangan meriah penonton.
Kita bisa membawa film dengan logat Jawa menjadi tontonan nasional. Orang tua kita selalu bilang, ‘dadi wong Jowo ojo ilang Jawane’,” tambah Bayu Skak.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmen Bayu Skak dalam menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa Timur melalui bahasa, logat, dan budaya lokal yang selama ini menjadi ciri khas film-film produksinya.
Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih sendiri merupakan kelanjutan kisah lima sahabat yang harus menghadapi teror mistis di tengah situasi mencekam.
Unsur horor yang dipadukan dengan komedi khas ala Bayu Skak membuat film ini memiliki warna tersendiri dibandingkan film horor pada umumnya.
Harianto selaku Event Organizer (EO) dari Kapture Production dan Manajemen mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme masyarakat Tulungagung terhadap rangkaian promosi film tersebut.
Sejak tayang perdana pada 27 Mei 2026, film produksi Starvision dan Skak Studios tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Banyak penonton mengaku merasa dekat dengan cerita, bahasa, dan humor yang ditampilkan dalam film tersebut.
Alhamdulillah di Tulungagung pecah, sangat lancar dan sukses. Apresiasi publik sangat luar biasa. Teman-teman penonton di sini sangat kompak. Sebelum ke sini, tour para pemain Sekawan Limo 2 sudah berlangsung di Kediri, Pekalongan, Madiun, dan Blitar, lalu ke Tulungagung sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya,” ujarnya.
Menurut Harianto, mendampingi promosi film di berbagai kota menghadirkan tantangan tersendiri. Namun hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab untuk memastikan setiap kegiatan berjalan sukses.
“Ketika berbicara tentang industri perfilman tentu ada tekanan yang harus diterima dan dihadapi. Itu menjadi tantangan bagaimana setiap acara di kota mana pun bisa berjalan lancar,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya masih dipercaya bekerja sama dengan sejumlah rumah produksi dari Jakarta dalam mendukung promosi perfilman di wilayah Kediri dan sekitarnya.
“Sudah cukup lama kami dipercaya. Karena itu kami punya tanggung jawab besar untuk mewakili wajah Kediri dan sekitarnya agar tetap mendapatkan kepercayaan dari production house luar daerah,” ungkapnya.
Harianto menyebut hingga akhir Mei 2026 jumlah penonton Sekawan Limo 2: Gunung Klawih telah menembus 500 ribu penonton secara nasional. Ia optimistis film tersebut mampu mencapai status box office.
Ini sebuah rekor yang sangat bagus. Kami berharap bisa tembus satu hingga tiga juta penonton. Saya yakin film ini akan box office,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang penonton, Wulan Nurhayati, mengaku menikmati keseluruhan cerita film karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyimpan pesan moral yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Filmnya keren, horor tetapi tetap lucu. Ada pesan yang bisa dipelajari, yaitu setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan tidak semuanya harus ditempuh dengan cara instan,” katanya.







