Nganjuk, Klik DAERAH – Renovasi bangunan sekolah tak menyurutkan semangat belajar siswa SDN 1 Kecubung, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Selama sekitar sepekan terakhir, para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di gudang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kecubung yang dipinjamkan pemerintah desa sebagai tempat belajar sementara, Jumat (16/10/2026).
Meski harus menjalani pembelajaran di luar ruang kelas seperti biasanya, para siswa tetap terlihat nyaman dan mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Penyesuaian tempat belajar ini dilakukan agar aktivitas pendidikan tetap berjalan selama bangunan sekolah menjalani proses renovasi.
Guru Kelas VI SDN 1 Kecubung, Enggi Edika Prawira, mengatakan, selama sekitar satu pekan menempati gudang KDMP, kegiatan belajar mengajar berlangsung lancar. Para siswa juga tidak menunjukkan keberatan dengan kondisi tempat belajar yang berbeda dari biasanya.
“Sekitar satu minggu. KBM berjalan dengan lancar. Cuma kalau misalnya ada kendaraan KDMP masuk, namanya juga anak-anak, otomatis perhatiannya teralihkan,” kata Enggi.
Menurutnya, aktivitas kendaraan yang keluar masuk area KDMP sesekali memang menarik perhatian siswa. Namun, kondisi tersebut tidak sampai mengganggu kegiatan belajar secara berarti.
Sementara itu, Kepala Desa Kecubung, Aris Purnomo, menjelaskan, pemanfaatan gudang KDMP sebagai tempat belajar sementara merupakan hasil pertimbangan pemerintah desa terhadap kebutuhan pendidikan di wilayahnya.
Renovasi SDN 1 Kecubung dilakukan setelah sekolah tersebut mendapatkan bantuan program revitalisasi dari pemerintah. Kondisi itu membuat para siswa membutuhkan lokasi alternatif agar proses pembelajaran tetap berlangsung.
Di sisi lain, KDMP Kecubung saat ini belum menjalankan kegiatan operasional secara signifikan. Meski sebagian bahan untuk keperluan penjualan sudah tersedia, gedung koperasi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Atas pertimbangan tersebut, Pemerintah Desa Kecubung memutuskan meminjamkan gudang KDMP untuk mendukung kegiatan belajar siswa selama renovasi sekolah berlangsung.
“Untuk sementara waktu belum (beroperasi secara signifikan), tapi sebagian bahan untuk yang dijual sudah ada. Makanya, daripada bangunan atau gedung KDMP belum ada manfaatnya, kita sebagai pemerintah desa juga harus sama-sama memikirkan terkait nasib pendidikan,” ujar Aris.
Ia menambahkan, pemanfaatan gudang KDMP diharapkan dapat menjadi solusi sementara agar siswa SDN 1 Kecubung tetap mendapatkan layanan pendidikan di tengah proses perbaikan fasilitas sekolah.
“Jadi, para siswa dikarenakan SDN 1 Kecubung sekarang lagi dalam proses renovasi bangunan, untuk sementara waktu siswanya belajar di gudangnya KDMP,” imbuhnya.
Pemanfaatan fasilitas KDMP tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah desa dalam menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Meski harus beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda, para siswa SDN 1 Kecubung tetap dapat mengikuti pembelajaran sembari menunggu renovasi sekolah selesai.
Reporter : Dwi Budi
Editor : Edi Susanto







