Kisah Inspiratif Dwi Ratfita, Pemilik Dwi Cell dan Laundry di Kediri yang Sukses Kembangkan Usaha dari KUR BRI hingga Jadi BRILink Agen ‎

oleh

KLIK DAERAH Kediri, – Menjadi pelaku usaha mikro yang sukses bertahan belasan tahun tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kejelian melihat peluang, keberanian mengambil modal usaha, hingga kemauan untuk terus beradaptasi dengan teknologi digital. Formula itulah yang dilakoni oleh Dwi Ratfita, warga Jalan Cakarwesi Raya Kota Kediri.

‎Wanita yang akrab disapa Bu Dwi ini memulai usahanya dari teras rumah yang sempit, hingga kini bisa berkembang menjadi lebih luas. Ia juga mengembangkan jenis usahanya, tidak hanya sebatas jasa Laundry dan menjual pulsa, tetapi juga berkembang menjadi toko kelontong, warung kopi dan aneka masakan rumahan hingga kini resmi menjadi BRILink Agen.

‎Langkah berani Bu Dwi dimulai pada tahun 2011 silam. Saat itu, ia nekat mengajukan pinjaman modal awal ke BRI sebesar Rp 3 juta. “Awalnya modal itu saya pakai untuk beli mesin cuci dan peralatan laundry. Dulu laundry-nya masih di teras rumah sebelah timur,” kenang Bu Dwi saat ditemui di kiosnya. ‎Berkat ketekunan dan pelayanan yang ramah, usahanya terus berkembang.

Setelah pinjaman pertama lunas, pada tahun 2012 ia kembali mengambil tantangan dengan meminjam Rp 7 juta untuk memperbaiki kiosnya agar lebih layak. Seiring berjalannya waktu, kepercayaan pihak bank kepada Bu Dwi semakin besar. Suntikan modal yang ia terima bertahap naik menjadi Rp 25 juta, Rp 50 juta, Rp 75 juta, hingga kini memegang modal kerja sebesar Rp 100 juta.

‎Menariknya, Bu Dwi dan suaminya adalah pasangan yang “serba bisa”. Di saat Bu Dwi mengelola toko kelontong dan memasak aneka masakan rumahan siap saji untuk dijual setiap pagi, sang suami juga melayani jasa pemasangan plafon gypsum/PVC hingga instalasi Wi-Fi. “Dulu waktu hari raya juga sempat rutin bikin kue basah dan kering untuk dititipkan ke pondok-pondok, tapi sekarang lagi libur dulu,” tambahnya sembari tersenyum.

‎Melihat rekam jejaknya sebagai nasabah setia yang aktif, pada bulan Mei 2026 BRI menawarkan untuk naik kelas menjadi Agen BRILink sekaligus menyediakan layanan QRIS. Tanpa berpikir panjang, Bu Dwi langsung menerima tawaran tersebut karena sebelumnya ia sudah terbiasa dengan aplikasi kemitraan digital lainnya.

‎Meski sempat terkendala di awal pemakaian, berkat kesigapan petugas BRI yang melakukan perbaikan, kini mesin BRILink di kiosnya telah beroperasi penuh dan menjadi jujukan warga sekitar.

‎Setiap harinya, transaksi yang paling mendominasi di kios Bu Dwi adalah pembayaran token dan tagihan listrik prabayar dari ibu-ibu rumah tangga. Tak hanya itu, kiosnya juga kerap diserbu anak-anak muda yang ingin melakukan top-up saldo dompet digital seperti Dana, GoPay, hingga ShopeePay, serta layanan tarik tunai via QRIS.

‎Pilihan menjadi BRILink ini diakuinya memberikan keuntungan tambahan yang menjanjikan berkat sistem bagi hasil (fifty-fifty) dari biaya admin transaksi. Bu Dwi juga mengapresiasi pihak BRI yang tidak sekadar memberikan modal dan alat, tetapi juga rutin melakukan pendampingan berkala ke kiosnya untuk mendengarkan kendala yang dihadapi nasabah.

‎”Harapannya ke depan kemitraan ini bisa terus berjalan lancar. Kalau bisa komisi untuk agen ditingkatkan lagi, dan ada pelatihan-pelatihan berkala biar usaha kami para pelaku UMKM ini bisa semakin maju dan berkah,” pungkas Bu Dwi penuh harap.(Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.